Pengembangan Kopi Buana Jaya Kukar Dialihkan ke Blackstone Geopark

blackstone geopark bhuana jaya.

GSNews.id – Rencana pengembangan tanaman kopi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Buana Jaya Agro Ekowisata di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami perubahan lokasi.

Pengembangan yang semula direncanakan di kawasan TSM kini diarahkan ke Blackstone Geopark, menyusul rencana pemanfaatan kawasan TSM untuk kegiatan pertambangan.

Ketua Pokdarwis Buana Jaya Agro Ekowisata, Eko Widodo, mengatakan kopi menjadi salah satu komoditas yang ingin dikembangkan untuk memperkuat konsep agrowisata sekaligus menambah potensi produk lokal desa.

“Rencana pengembangan kopi sebelumnya di TSM, tetapi karena kawasan itu direncanakan untuk pertambangan, pengembangannya akan kami arahkan ke Blackstone Geopark,” ujar Eko, Sabtu (12/9/2026).

Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan penyesuaian. Pokdarwis perlu memastikan kesiapan lokasi alternatif, termasuk kondisi lahan agar dapat mendukung penanaman dan perawatan kopi dalam jangka panjang.

Pengembangan kopi merupakan bagian dari upaya Pokdarwis memadukan wisata alam dengan kegiatan pertanian dan usaha masyarakat. Selain kopi, pengelola juga merencanakan penanaman durian dan flamboyan untuk memperkaya potensi kawasan.

Untuk mendukung rencana penanaman flamboyan, Pokdarwis sebelumnya telah mengajukan permintaan bibit kepada Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS).

Eko menjelaskan, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada daya tarik air terjun, tetapi juga mencakup agrowisata, edukasi, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejumlah potensi lokal yang dapat mendukung konsep tersebut di antaranya madu kelulut, jamur krispi, dan jamu herbal. Pokdarwis juga pernah menawarkan paket wisata edukasi, mulai dari kunjungan ke kebun alpukat, pengenalan budidaya jamur, hingga proses pembuatan jamu.

“Melalui kegiatan edukasi, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga bisa mengenal potensi dan aktivitas masyarakat di desa,” katanya.

Perpaduan wisata alam, pertanian, dan produk lokal diharapkan dapat memperluas pengalaman pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Saat ini, kawasan ekowisata Buana Jaya belum dibuka secara rutin karena masih menjalani pembenahan, terutama di area air terjun. Pokdarwis menargetkan kawasan tersebut dapat kembali dibuka pada 2027.

Pengembangan kopi di Blackstone Geopark diharapkan menjadi salah satu pendukung agrowisata Buana Jaya. Namun, realisasinya masih bergantung pada kesiapan lokasi dan proses perencanaan lebih lanjut. (adv/disparkukar)