Abrasi Ancam Kawasan Wisata Pantai Biru Kersik Kukar

Ilustrasi abrasi pantai yang menggambarkan pengikisan garis pesisir akibat gelombang laut.

GSNews.id – Pengikisan garis pantai akibat gelombang laut menjadi persoalan yang dihadapi pengelola Pantai Biru Kersik di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar). Dampaknya, sejumlah pohon di kawasan pesisir kehilangan penopang akar hingga hanyut terbawa laut.

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Biru Kersik, Jumriana, mengatakan abrasi terus menjadi perhatian karena memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar destinasi wisata tersebut.

“Ini abrasi mengikis, jadi pohon-pohon pun akar-akarnya bisa terkikis. Beberapa pohon juga sudah hanyut,” kata Jumriana, Jumat (2/10/2026).

Sejumlah langkah telah dilakukan untuk menahan laju pengikisan. Pemerintah membangun struktur penahan berbahan beton di salah satu sisi pantai. Sementara itu, Pertamina Hulu Kalimantan Timur pernah menyalurkan bantuan 2.000 karung untuk membantu meredam gelombang laut.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mengatasi persoalan. Menurut Jumriana, material penahan masih berisiko bergeser atau terkikis akibat kuatnya gelombang.

Penghijauan melalui penanaman mangrove juga pernah dilakukan dengan jumlah sekitar 10 ribu bibit. Sayangnya, tingkat keberhasilan penanaman tersebut masih rendah karena banyak bibit tidak mampu bertahan menghadapi kondisi perairan.

“Dari sekitar 10 ribu pohon mangrove yang ditanam, yang bertahan hidup mungkin hanya sekitar 15 persen. Banyak yang mati karena kalah dengan gelombang air laut,” ungkapnya.

Jumriana berharap penanganan abrasi dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui dukungan berbagai pihak. Menurutnya, perlindungan kawasan pesisir diperlukan untuk menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan potensi Pantai Biru Kersik sebagai destinasi wisata di Kukar. (adv/disparkukar)