Harga Emas Berada di Level Tinggi, Warga Samarinda Manfaatkan Momentum Jual

Ilustrasi Perhiasan Emas/pexels.com

GSNews.id – Tren kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir mengubah pola transaksi masyarakat di Samarinda. Tak sedikit warga memilih melepas perhiasan lama atau melakukan tukar tambah seiring harga emas yang kini berada di level tinggi.

Di sejumlah pusat perdagangan emas, termasuk di kawasan Pasar Pagi Samarinda, aktivitas jual-beli tampak lebih ramai dari biasanya. Kenaikan harga menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat datang ke gerai perhiasan.


Harga Emas Capai Level Tinggi

Saat ini, harga emas 22 karat di Samarinda telah menyentuh Rp1,75 juta per gram. Sementara itu, emas dengan kadar 23 karat dipasarkan hingga Rp1,95 juta per gram. Kenaikan tersebut berlangsung secara bertahap sejak sekitar tiga bulan terakhir.

Pemilik Toko Emas Maha Agung, Amir (60), menyebut pergerakan harga emas cenderung stabil naik dan terjadi hampir pada semua jenis kadar emas yang tersedia di pasaran.

“Naiknya tidak sekaligus, tapi bertahap sejak beberapa bulan terakhir,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).


Konsumen Masih Pilih Emas Terjangkau

Meski harga emas tinggi, minat masyarakat tidak sepenuhnya surut. Namun, konsumen cenderung memilih emas dengan kadar lebih rendah yang dinilai lebih ekonomis untuk penggunaan sehari-hari.

Emas kadar 375 atau setara 9 karat menjadi jenis yang paling banyak diminati dengan harga berkisar Rp750 ribu hingga Rp850 ribu per gram. Selain itu, emas kadar 700 atau setara 16–17 karat dijual di kisaran Rp1,4 juta hingga Rp1,45 juta per gram, sedangkan emas Banjar berada di rentang Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta per gram.

“Untuk pemakaian harian, masyarakat lebih memilih yang harganya terjangkau,” kata Amir.


Jual Emas Meningkat Saat Harga Naik

Menurut Amir, jika dibandingkan enam bulan lalu saat harga emas masih di kisaran Rp1,2 juta per gram, aktivitas transaksi saat ini mengalami lonjakan signifikan. Pada hari libur atau akhir pekan, peningkatan transaksi bahkan bisa mencapai 60–80 persen dibanding hari kerja.

Kondisi tersebut menunjukkan emas masih menjadi instrumen yang mudah dicairkan dan diminati masyarakat, terutama ketika harga sedang berada di level tinggi.