Masyarakat Samarinda Tuntut Pengembalian SMAN 10 ke Lokasi Semula

Sejumlah masyarakat Samarinda Seberang dan Loa Janan Ilir berkumpul di Kampus Melati untuk menyuarakan tuntutan pengembalian SMAN 10, Sabtu pagi.

GSNews.id – Sejumlah warga Samarinda Loa Janan Ilir dan Samarinda Seberang menggelar aksi damai di depan Kampus Melati, Jalan H.A.M.M Rifaddin, Sabtu (19/4/2025). Aksi berlangsung sekitar 09.30–10.00 Wita dan menuntut Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, untuk mengembalikan SMAN 10 Samarinda ke lokasi semula.


SMAN 10 Dipindahkan ke Kompleks Education Center


SMAN 10 diketahui telah dipindahkan ke Kompleks Education Center, Jalan PM Noor, pada pertengahan 2022. Warga menilai pemindahan ini mengurangi opsi pendidikan bagi anak-anak di wilayah Seberang, karena hanya tersedia SMAN 4 di kawasan tersebut.


“Kami ingin SMAN 10 kembali ke Jalan Rifaddin. Aksi ini semata-mata untuk memohon agar sekolah ini dipindahkan sesuai keputusan Mahkamah Agung,” ujar Muhammad Ali, Koordinator Aksi Damai Pengembalian SMAN 10.


Dasar Hukum Permintaan Pengembalian


Permintaan warga didasarkan pada beberapa amar putusan pengadilan, yang telah berkekuatan hukum tetap:


Nomor: 45/G/2021/PTUN.SMD tanggal 28 April 2022
Nomor: 151/B/2022/PT.TUN.JKT tanggal 14 September 2022
Nomor: 27 K/TUN/2023 tanggal 9 Februari 2023


Selain itu, Putusan Nomor: 72 PK/TUN/2017 menyatakan bahwa lahan di Jalan H.A.M.M Rifaddin merupakan milik mutlak Pemerintah Provinsi Kaltim, yang diperuntukkan bagi SMAN 10.


Harapan Audiensi dengan Gubernur


Muhammad Ali berharap Gubernur Kaltim dapat memanggil pihak terkait, termasuk tokoh masyarakat, untuk mengadakan audiensi membahas pengembalian SMAN 10 ke lokasi semula.


“Masyarakat di enam kelurahan sangat membutuhkan SMAN 10 sebelum PPDB. Selama SMAN 10 pindah, hanya SMAN 4 yang tersisa, sehingga menjadi satu-satunya pilihan bagi warga,” jelas Ali.


Kelurahan yang Terdampak


Enam kelurahan yang terdampak antara lain: Harapan Baru, Sungai Keledang, Rapak Dalam, Baqa, Tenun, dan Mesjid. Warga berharap sekolah bisa kembali agar anak-anak mereka memiliki akses pendidikan yang lebih mudah dan merata.