Belanja Online Gerus Pasar Tradisional, Pedagang Daging di Samarinda Buka Suara

Pasar Segiri Samarinda

GSNews.id – Lapak daging sapi di Pasar Segiri Samarinda kini tak lagi seramai dulu. Sejumlah pedagang merasakan penurunan jumlah pembeli dalam beberapa tahun terakhir, seiring bergesernya kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan layanan belanja daring.

Pedagang Rasakan Sepinya Pasar

Salman, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Segiri, mengaku kondisi pasar saat ini cenderung lebih lengang dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, pembeli yang datang langsung ke pasar terus berkurang.

Menurutnya, banyak masyarakat kini lebih memilih berbelanja secara daring karena dinilai lebih praktis, cukup memesan dari rumah tanpa harus datang langsung ke pasar.

“Salah satu aktornya juga saat kondisi hujan, pasti jalannya becek, pengunjung jadi kurang nyaman untuk datang kesini,” ucapnya, Kamis (22/1/2026).

Pola Belanja Masyarakat Berubah

Perubahan pola belanja dinilai menjadi faktor utama menurunnya aktivitas jual beli di pasar tradisional. Masyarakat kini cenderung memilih cara yang lebih praktis dan efisien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tren ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat peningkatan aktivitas perdagangan elektronik dalam beberapa tahun terakhir, termasuk untuk kebutuhan bahan pangan. Kondisi tersebut membuat pasar tradisional harus bersaing dengan sistem belanja berbasis digital.

Pasokan Daging Tetap Terjaga

Meski jumlah pembeli menurun, Salman memastikan pasokan daging sapi di Pasar Segiri masih dalam kondisi aman. Daging yang dijual berasal dari tempat pemotongan di kawasan Tanah Merah.

“Kalau pemotongannya di Tanah Merah. Sapinya bisa dari Palu, NTT, atau sapi kampung kalau stok dari luar daerah kosong,” jelasnya.

Menurutnya, hingga kini pasokan dari berbagai daerah tersebut masih mencukupi kebutuhan pasar.

Harga Menyesuaikan Kondisi Pasar

Untuk menjaga kualitas, daging yang tidak habis terjual akan disimpan di dalam freezer dan dijual kembali keesokan harinya. Selain itu, pedagang juga menyesuaikan harga dengan kondisi pasar.

“Kalau pembeli ramai, harga bisa naik. Tapi kalau sepi, ya harganya disesuaikan supaya tetap terjual,” kata Salman.

Dengan kondisi tersebut, perdagangan daging sapi di Pasar Segiri tetap berjalan, meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Pedagang pun dituntut untuk beradaptasi di tengah perubahan kebiasaan belanja masyarakat.