Buana Jaya Kukar Siapkan Agrowisata Flamboyan, Kopi, dan Durian

agrowisata di desa buana jaya.

GSNews.id – Desa Buana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyiapkan pengembangan agrowisata untuk memperkaya daya tarik wisata desa. Sejumlah rencana disiapkan, mulai dari penanaman pohon flamboyan hingga pengembangan kebun kopi dan durian.

Ketua Pokdarwis Buana Jaya Agro Ekowisata, Eko Widodo, mengatakan pengembangan tersebut diarahkan untuk memanfaatkan potensi lahan dan aktivitas pertanian masyarakat. Melalui konsep agrowisata, pengunjung diharapkan dapat menikmati alam sekaligus mengenal berbagai jenis tanaman yang dikembangkan di desa.

“Untuk agrowisata, kami punya rencana menanam flamboyan. Kami juga pernah meminta bibit ke BPDAS, dengan harapan ketika berbunga nanti bisa menjadi daya tarik tersendiri,” ujar Eko, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, penanaman flamboyan berpotensi memperindah lanskap kawasan, terutama ketika pohon memasuki masa berbunga. Namun, realisasinya masih bergantung pada ketersediaan bibit, kondisi lahan, serta kesiapan pengelola dalam melakukan penanaman dan perawatan.

Selain flamboyan, pengembangan kopi dan durian juga masuk dalam rencana Pokdarwis. Kedua komoditas tersebut dipertimbangkan untuk melengkapi aktivitas agrowisata sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi pertanian bagi masyarakat setempat.

Eko menjelaskan, rencana pengembangan kopi sebelumnya diarahkan ke kawasan TSM. Namun, rencana tersebut terkendala karena kawasan itu direncanakan untuk pemanfaatan pertambangan. Sebagai alternatif, pengembangan kopi direncanakan dialihkan ke kawasan Blackstone Geopark.

“Untuk kopi, sebelumnya memang ada rencana dikembangkan di kawasan TSM. Namun, karena ada rencana pemanfaatan kawasan untuk pertambangan, kami melihat alternatif lokasi lain, yakni di Blackstone Geopark,” jelasnya.

Eko menilai agrowisata dapat menjadi pelengkap wisata alam yang dikembangkan di Desa Buana Jaya. Kebun masyarakat, kegiatan pertanian, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpeluang diintegrasikan agar pengunjung memiliki pengalaman wisata yang lebih beragam.

Selain menikmati pemandangan, wisatawan nantinya diharapkan dapat mengenal proses budidaya tanaman dan produk lokal yang dihasilkan masyarakat. Keterlibatan warga juga menjadi bagian penting agar pengembangan wisata dapat membuka peluang ekonomi di tingkat desa.

Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan persiapan bertahap. Penentuan lokasi, ketersediaan bibit, perawatan tanaman, dan pengelolaan kawasan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar pengembangan agrowisata dapat berjalan berkelanjutan.

Saat ini, kawasan Buana Jaya Agro Ekowisata belum dibuka secara rutin karena masih menjalani pembenahan, termasuk di area air terjun. Pokdarwis menargetkan kawasan tersebut dapat kembali menerima kunjungan pada 2027, dengan mempertimbangkan kesiapan lokasi dan fasilitas pendukung.

Eko berharap pengembangan flamboyan, kopi, dan durian dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata Desa Buana Jaya. (adv/disparkukar)