GSNews.id —Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Rabu (6/8/2025) malam. Letusan terjadi pukul 21.19 WIB dan tercatat sebagai erupsi ke-13 yang terjadi dalam sepekan terakhir, menandakan aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih fluktuatif.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal terpantau menyebar ke arah utara.
Erupsi tersebut terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 109 detik. Data pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan Gunung Semeru masih cukup tinggi sepanjang 6 Agustus 2025.
Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, tercatat sebanyak 37 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar 10–22 milimeter dan durasi gempa 65–188 detik. Selain itu, terpantau tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 4–10 milimeter serta dua kali gempa hembusan dengan amplitudo sekitar 6 milimeter.
PVMBG menetapkan status aktivitas Gunung Semeru berada pada Level II atau Waspada. Seiring dengan status tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.
Di luar radius tersebut, warga juga diminta menghindari aktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah ini berpotensi terdampak perluasan awan panas guguran maupun aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Sepanjang tahun 2025, MAGMA Indonesia mencatat sebanyak 5.489 erupsi gunung api terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Gunung Semeru menjadi gunung api dengan frekuensi letusan tertinggi, yakni sebanyak 2.198 kali erupsi.
(ntdkplw)




