Dispar Kukar Dorong Pemanfaatan Aset Wisata agar Lebih Produktif

Wisata Waduk Panji di Tenggarong, Kukar.

GSNews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengevaluasi pemanfaatan aset di delapan daya tarik wisata yang dikelola pemerintah daerah.

Langkah ini dilakukan untuk menentukan kebutuhan pemeliharaan, perbaikan, hingga penataan fasilitas sesuai kondisi masing-masing destinasi.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Dispar Kukar, Sadli, mengatakan setiap destinasi memiliki kondisi aset yang berbeda sehingga penanganannya perlu disesuaikan.

“Setiap destinasi memiliki kondisi aset yang berbeda. Ada yang masih baik dan berfungsi, ada yang membutuhkan pemeliharaan, rehabilitasi, bahkan ada yang sudah tidak layak digunakan,” ucap Sadli, Kamis (20/8/2026).

Delapan daya tarik wisata yang dikelola Dispar Kukar meliputi Pulau Kumala, Planetarium Jagad Raya Tenggarong, Waduk Panji Sukarame Tenggarong, Taman Tanjong Tenggarong, Taman Musik Kota Raja Tenggarong, Kolam Pemancingan Loa Kulu, Pantai Tanah Merah Samboja, dan Tugu Equator Khatulistiwa.

Sadli menjelaskan, aset yang masih berfungsi dapat dipertahankan melalui pemeliharaan. Sementara itu, fasilitas yang mengalami kerusakan dapat ditangani melalui perbaikan atau rehabilitasi sesuai tingkat kebutuhannya.

“Untuk aset yang pemanfaatannya belum optimal, kita evaluasi dulu kondisi, fungsi dan status asetnya. Kita juga melihat penyebab kenapa pemanfaatannya belum optimal,” katanya.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk menilai kelayakan aset dan kemungkinan penataan ulang agar lebih mendukung kegiatan wisata.

“Kalau masih layak, asetnya bisa kita pelihara, diperbaiki atau ditata kembali. Kalau pemanfaatannya memang kurang optimal, bisa diarahkan untuk mendukung kegiatan wisata yang lebih produktif,” jelas Sadli.

Ia menegaskan, optimalisasi aset perlu memperhatikan fungsi, kebutuhan destinasi, serta ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, aset yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk menunjang kegiatan pariwisata di Kukar. (adv/disparkukar)