GSNews.id – Kreator konten lokal dinilai memiliki peran penting dalam memperluas promosi pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kemampuan mengemas informasi secara kreatif menjadi peluang untuk mengenalkan destinasi wisata kepada masyarakat melalui media digital.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan konten yang menarik dapat membantu meningkatkan perhatian pengguna media sosial, terutama kalangan anak muda.
“Content creator itu sangat penting karena sekarang ketertarikan anak-anak muda banyak dipengaruhi oleh bagaimana sebuah konten dibuat secara kreatif,” kata Awang, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, promosi wisata tidak cukup hanya menyampaikan informasi tentang destinasi. Kreator perlu memperhatikan cara penyajian agar konten mampu menarik perhatian sejak awal.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan ialah membuka video dengan bagian yang memancing rasa penasaran sebelum menyampaikan informasi utama. Strategi ini dinilai berbeda dengan pola promosi konvensional yang langsung menampilkan identitas instansi atau pesan promosi.
“Kalau di awal langsung menampilkan logo atau informasi promosi, orang bisa saja langsung melewati. Karena itu biasanya dibuat dulu bagian yang membuat orang penasaran,” jelasnya.
Ivan menambahkan, respons penonton terhadap konten juga dapat diamati melalui durasi tontonan di platform media sosial.
“Di TikTok misalnya, kita bisa melihat apakah orang menonton sampai selesai atau hanya satu sampai dua detik. Itu menjadi salah satu indikator bagaimana konten diterima,” katanya.
Dispar Kukar sebelumnya telah menggandeng kreator konten untuk mendukung promosi pariwisata. Namun, pada tahun ini, agenda kerja sama tersebut menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran.
“Tahun-tahun sebelumnya kami memang rutin menggandeng content creator, dan kami berupaya mengutamakan kreator yang ada di Kukar. Tahun ini agenda kerja sama kami menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran yang berlangsung,” ungkapnya.
Meski demikian, Ivan berharap kreator lokal tetap berkontribusi mengenalkan potensi wisata daerah melalui karya digital mereka. (adv/disparkukar)




