Pokdarwis Kukar Didorong Kreatif Kemas Potensi Wisata Lokal

Suasana wisata Bukit Mahoni Desa Bangun Rejo terus berkembang dibawah naungan Pokdarwis Mentari.

GSNews.id – Pengembangan destinasi wisata di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas. Cara masyarakat mengemas potensi daerah hingga menghadirkan pengalaman bagi pengunjung juga menjadi bagian penting dalam menghidupkan sebuah destinasi.

Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) lebih kreatif mengelola potensi yang ada di desa maupun kampung masing-masing.

Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Airin Susanti, mengatakan karakter wisatawan perlu menjadi perhatian dalam mengembangkan sebuah destinasi. Sebab, pengunjung yang datang umumnya tidak hanya seorang diri, tetapi bersama keluarga atau rombongan.

“Yang ditawarkan bukan hanya tempat wisatanya, tetapi juga cerita dan pengalaman yang ada di dalamnya. Hal itu yang perlu terus dikembangkan agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap ketika berkunjung,” ujar Airin, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, potensi lokal dapat dikemas melalui cerita mengenai sejarah, kehidupan masyarakat hingga keunikan suatu kawasan. Konsep storytelling tersebut dapat membuat perjalanan wisata lebih menarik, terutama bagi destinasi yang berada cukup jauh dari pusat kota.

Di sisi lain, pembenahan fasilitas tetap diperlukan untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Sejumlah destinasi mulai dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk spot foto yang dapat menambah pilihan aktivitas wisatawan selama berada di lokasi.

“Saat ini sudah ada pengembangan beberapa fasilitas, termasuk spot foto yang memang diarahkan untuk wisatawan. Kondisinya sekarang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Airin menambahkan, keberadaan fasilitas perlu diikuti dengan pengelolaan yang konsisten. Pokdarwis diharapkan tidak hanya aktif ketika mendapat program atau bantuan, tetapi mampu menjaga aktivitas destinasi tetap berjalan.

Ia menyebut keaktifan kelompok masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan wisata.

“Kalau kita tidak aktif, tentu akan sulit mendapatkan dukungan. Karena itu, pengelolaan dan aktivitas di destinasi harus terus berjalan,” ujarnya.

Dispar Kukar berharap Pokdarwis dapat terus menggali keunikan masing-masing wilayah. Dengan pengelolaan yang aktif, fasilitas yang terawat, serta cerita lokal yang dikemas menarik, setiap destinasi dapat memiliki pengalaman wisata yang lebih khas.(Adv/Disparkukar)