Dispar Kukar Matangkan Pelatihan Digital Marketing bagi Pelaku Ekraf

Pelaku Ekonomi Kreatif yang ada di Kutai Kartanegara

GSNews.id – Perubahan pola pemasaran di era digital menjadi perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar). Pelaku ekonomi kreatif didorong semakin siap memanfaatkan media digital untuk memperluas pemasaran produk dan mengembangkan usaha.

Upaya tersebut salah satunya disiapkan melalui program pelatihan digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kukar.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Parekraf Dispar Kukar, Gondo Suli Setiawati, mengatakan program tersebut telah masuk dalam agenda pengembangan kapasitas pelaku ekraf. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penyesuaian dengan kondisi anggaran daerah.

“Untuk tahun ini ada program pelatihan digital marketing, tetapi belum bisa dijalankan karena terkendala efisiensi anggaran,” ujar Suli di Kantor Dispar Kukar, Jumat (25/9/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan nantinya berisi materi mengenai pemanfaatan platform digital untuk mendukung pemasaran. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku ekraf memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.

Dalam rancangan awal, kegiatan akan digelar secara daring menggunakan Zoom dengan sasaran peserta sekitar 100 hingga 200 orang. Namun, penyesuaian anggaran membuat konsep kegiatan ikut berubah.

Dengan alokasi sekitar Rp100 juta, jumlah peserta direncanakan menjadi sekitar 20 orang. Pelatihan juga diarahkan berlangsung secara langsung atau tatap muka agar proses pembelajaran dapat dilakukan lebih intensif.

“Awalnya direncanakan melalui Zoom dengan peserta sekitar 100 sampai 200 orang. Setelah perubahan, kuotanya dikurangi menjadi 20 orang dan dilaksanakan secara tatap muka,” jelasnya.

Suli menyebut perubahan skema tersebut merupakan bagian dari penyesuaian program terhadap kemampuan anggaran yang tersedia. Meski jumlah peserta berkurang, materi pelatihan tetap diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku ekraf dalam menggunakan pemasaran digital.

Untuk pelaksanaan tahun ini, program tersebut belum mencakup sertifikasi kompetensi. Dispar Kukar masih memprioritaskan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.

“Untuk tahun ini pelatihan saja, belum sampai sertifikasi karena anggarannya tidak mencukupi,” katanya.

Dispar Kukar berharap pelatihan ini dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu pelaku ekraf mengikuti perkembangan pemasaran berbasis digital sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal. (adv/disparkukar)