Keamanan Diperketat, Museum Louvre Tutup Pascainsiden Perampokan

GSNews.id – Museum Louvre di Paris ditutup sementara setelah terjadi insiden perampokan pada Minggu pagi waktu setempat, 19 Oktober 2025. Penutupan dilakukan sesaat sebelum museum dibuka untuk umum dan akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa tidak ada korban luka dalam kejadian itu. Ia memastikan aparat keamanan langsung bergerak cepat begitu laporan diterima.

“Peristiwa perampokan terjadi pagi ini saat persiapan pembukaan museum. Tidak ada korban. Saya berada di lokasi bersama manajemen museum dan kepolisian. Penyelidikan sedang berjalan,” ujar Dati melalui akun media sosial X.

Manajemen Museum Louvre juga mengumumkan penutupan melalui pernyataan resmi. Pihak museum meminta pengertian pengunjung atas penutupan yang dilakukan demi alasan keamanan dan kelancaran proses penyelidikan.

Sejumlah laporan media setempat menyebutkan perampokan diduga dilakukan oleh beberapa pria bertopeng. Mereka disebut menargetkan perhiasan bernilai tinggi. Namun, hingga kini otoritas belum merinci barang yang hilang maupun identitas para pelaku.

Juru bicara museum mengatakan pihaknya bekerja sama penuh dengan kepolisian untuk mengamankan lokasi kejadian. Proses pengumpulan bukti, termasuk peninjauan rekaman kamera pengawas, terus dilakukan.

“Keselamatan koleksi, staf, dan pengunjung adalah prioritas utama kami,” ujarnya.

Sebagai salah satu museum paling terkenal di dunia, Louvre menyimpan ribuan karya seni bersejarah, termasuk lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Museum ini menjadi magnet wisata utama Paris dengan jutaan pengunjung setiap tahun.

Pascainsiden, otoritas Prancis meningkatkan pengamanan di sekitar Louvre dan kawasan wisata strategis lainnya di Paris. Aparat menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap pelaku dan memastikan keamanan aset budaya nasional tetap terjaga.

(ntdkplw)