Mundur Sebagai Pelatih, Xabi Alonso Pilih Pamitan dengan Elegan

Mantan pemain dan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso.

GSNews.id – Tanpa menyalahkan siapa pun, Xabi Alonso menutup perjalanannya bersama Real Madrid dengan pesan perpisahan yang berkelas. Sehari setelah hengkang, pelatih berusia 44 tahun itu memilih mengucapkan terima kasih kepada klub, pemain, dan para pendukung di Santiago Bernabeu.

Melalui unggahan di media sosial, Alonso mengakui bahwa masa baktinya di Madrid tidak berakhir sesuai harapan. Meski demikian, ia menegaskan kebanggaannya pernah memimpin klub yang juga pernah ia bela sebagai pemain.

Pesan Perpisahan Alonso

Alonso menyebut melatih Real Madrid sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia juga menerima kenyataan bahwa hasil di lapangan belum mampu memenuhi standar tinggi klub.

“Tahap profesional ini berakhir, dan memang tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Melatih Real Madrid adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab,” tulis Alonso.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen klub, terutama para penggemar, atas dukungan yang diberikan sejak awal masa kepelatihannya.

“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama para penggemar Madrid atas kepercayaan dan dukungan mereka. Saya pergi dengan rasa hormat, syukur, dan kebanggaan karena telah memberikan yang terbaik,” lanjutnya.

Dukungan Datang dari Mbappe

Di tengah berbagai spekulasi, Kylian Mbappe justru menyampaikan dukungan terbuka kepada Alonso. Penyerang asal Prancis itu mengaku menikmati kesempatan bekerja bersama sang pelatih, meski hanya dalam waktu singkat.

“Singkat, tapi menyenangkan bisa bermain untuk Anda dan belajar dari Anda. Terima kasih atas kepercayaan sejak hari pertama. Saya akan mengingat Anda sebagai pelatih visioner dengan pemahaman sepak bola yang luar biasa,” tulis Mbappe.

Sebab Pengunduran Diri

Keputusan Real Madrid dan Xabi Alonso untuk berpisah diambil hanya sehari setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol, Senin (12/1) dini hari WIB. Hasil tersebut diduga menjadi pemicu utama kedua belah pihak tidak bersepakat untuk melanjutkan kontrak.

Dalam beberapa pekan terakhir, isu internal juga sempat mencuat. Hubungan Alonso dengan sejumlah pemain, termasuk Vinicius Junior, menjadi sorotan, terlebih setelah beberapa keputusan taktis yang memicu reaksi emosional di lapangan.

Situasi memanas pada malam final ketika muncul kabar bahwa tradisi guard of honour untuk Barcelona tidak dijalankan, meski Alonso dikabarkan menginginkannya. Insiden tersebut diyakini turut mempercepat akhir masa jabatannya.

Madrid Tunjuk Arbeloa

Usai kepergian Alonso, Real Madrid bergerak cepat menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama untuk sementara waktu. Arbeloa sebelumnya menangani tim B dan kini dipercaya menjaga stabilitas tim.

Mantan bek Liverpool itu memiliki rekam jejak kuat bersama Los Blancos dengan koleksi dua gelar Liga Champions, satu La Liga, dan dua Copa del Rey saat masih aktif bermain.

Penunjukan Arbeloa menandai awal fase transisi Real Madrid pasca ditinggal Alonso. Klub kini dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas tim di tengah padatnya agenda kompetisi dan sorotan publik.