GSNews.id – Berada di kawasan yang didominasi perairan membuat Desa Muara Enggelam memiliki cara tersendiri dalam menyambut wisatawan. Aktivitas warga yang dekat dengan sungai dan danau justru menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.
Desa di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tersebut mengembangkan wisata dengan mengandalkan karakter alam sekaligus kehidupan masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Muara Enggelam, Aliansyah, mengatakan susur sungai dan danau menjadi aktivitas yang paling mencerminkan potensi wisata desa.
“Yang menjadi ikonik dari wisata Muara Enggelam itu susur sungai dan susur danau. Karena kami punya sungai dan juga danau,” kata Aliansyah saat dihubungi, Rabu (30/9/2026).
Dengan menggunakan perahu, wisatawan dapat menyusuri jalur perairan sambil menikmati bentang alam di sekitar desa. Sepanjang perjalanan, pengunjung juga berkesempatan melihat satwa yang hidup di kawasan tersebut.
“Kalau di sungai, wisatawan bisa melihat satwa seperti monyet dan burung. Jadi bukan hanya perjalanan menggunakan perahu, tetapi juga menikmati apa yang ada di sepanjang jalur,” jelasnya.
Menurut Aliansyah, aktivitas tersebut memberikan pengalaman yang berbeda karena wisatawan tidak sekadar menikmati pemandangan. Mereka juga dapat melihat lebih dekat kehidupan masyarakat yang sehari-hari bergantung pada kawasan perairan.
Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi dengan pilihan tempat bermalam. Pokdarwis berkoordinasi dengan pengelola homestay untuk membantu wisatawan mendapatkan akomodasi sesuai kebutuhan.
Menariknya, pengunjung juga memiliki pilihan untuk menginap di rakit terapung. Pilihan ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan suasana perairan secara lebih dekat.
Kebutuhan konsumsi selama wisatawan berada di desa juga dapat dikoordinasikan melalui pengelola homestay. Dengan pola tersebut, aktivitas pariwisata turut membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam memberikan layanan kepada pengunjung.
Aliansyah menyebut konsep wisata berbasis perairan tersebut menjadi karakter yang terus dipertahankan dalam pengembangan Muara Enggelam.
Bagi wisatawan, kunjungan ke desa ini bukan hanya soal menyusuri sungai dan danau, tetapi juga menikmati suasana kehidupan masyarakat yang tumbuh berdampingan dengan kawasan perairan. (adv/disparkukar)




