Misi Budaya ke Australia, Angklung Disebut Simbol Harmoni Indonesia

GSNews.id —Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Barat, Agita Nurfianti, menegaskan peran strategis angklung sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional. Hal tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Pre-Journey Concert 2025 yang digelar Tim Muhibah Angklung menjelang misi budaya ke Australia, di Bandung, beberapa waktu lalu.


Dalam keterangannya, Minggu (3/8/2025), Agita menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konser tersebut. Ia menilai kegiatan itu tidak hanya menampilkan pertunjukan musik angklung, tetapi juga menjadi representasi semangat generasi muda dalam menjaga dan mempromosikan budaya bangsa ke tingkat global.


Menurut Agita, angklung sebagai alat musik tradisional khas Jawa Barat memiliki nilai budaya yang kuat. Selain telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, angklung juga mencerminkan harmoni, kebersamaan, serta kearifan lokal yang mengakar dalam kehidupan masyarakat.


Ia menyebut, filosofi angklung yang dimainkan secara kolektif menggambarkan nilai gotong royong dan kebersamaan dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan sebagai pesan budaya yang dapat diterima lintas bangsa.


Agita juga menyatakan dukungan penuh terhadap misi budaya Tim Muhibah Angklung yang akan membawa pertunjukan angklung ke sejumlah kota di Australia. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari diplomasi budaya yang strategis dan berpotensi memperkuat citra Indonesia di mata dunia.


Lebih lanjut, ia berharap perjalanan budaya tersebut dapat berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi promosi budaya Indonesia, khususnya Jawa Barat. Agita menilai kehadiran generasi muda di panggung internasional menjadi bukti bahwa angklung tetap relevan sebagai media persahabatan dan perdamaian antarbangsa.


(ntdkplw)