APBD Turun Rp7 Triliun, Tapi 3 Desa Ini Tetap Jadi Perhatian Serius Pemprov Kaltim

Rudy Mas'ud meninjau langsung kondisi jalan rusak di wilayah Kabupaten Kutai Barat. (Dok: Adpimprovkaltim)

GSNews.id – Di tengah masifnya pembangunan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara, masih ada tiga desa di Kalimantan Timur (Kaltim) yang belum lepas dari status tertinggal. Ketiganya berada di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dengan akses jalan yang hingga kini belum memadai.

Desa tersebut yakni Deraya, Tanjung Soke dan Gerunggung. Sementara Desa Lemper yang bertetangga dengan mereka baru saja naik status menjadi desa berkembang.

Akses Jalan Jadi Titik Lemah

Persoalan utama empat desa itu terletak pada infrastruktur penghubung yang rusak dan sulit dilalui. Kondisi tersebut membuat mobilitas warga terbatas, baik untuk distribusi hasil pertanian, layanan kesehatan maupun akses pendidikan.

Laporan mengenai buruknya infrastruktur itu disampaikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim dalam agenda briefing awal pekan. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, langsung meminta jajarannya bergerak cepat.

“Segera lakukan kegiatan di sana, agar tidak ada lagi desa tertinggal di Kaltim,” tegas Rudy, dikutip dari akun resmi Pemprov Kaltim, Selasa (17/2/2026).

Ia juga meminta Bappeda, Dinas PUPR, BPKAD, Barjas hingga TAPD duduk bersama untuk merumuskan langkah percepatan pembangunan.

APBD Turun, Pembangunan Tetap Dikebut

Di sisi lain, Pemprov Kaltim menghadapi tantangan fiskal. APBD tahun ini diperkirakan turun signifikan, dari Rp21 triliun menjadi sekitar Rp14,25 triliun atau berkurang hampir Rp7 triliun.

Meski begitu, Rudy menegaskan pemerataan pembangunan tetap menjadi prioritas. Ia menyebut warga Deraya, Tanjung Soke, Lemper dan Gerunggung memiliki hak yang sama atas infrastruktur yang layak.

Jika akses jalan membaik, skor Indeks Desa Membangun (IDM) diyakini ikut terdongkrak sehingga status desa tertinggal bisa berubah menjadi berkembang.

Penanganan Jalan Capai 25 Kilometer

Sebagai gambaran, jarak antardesa tersebut relatif berdekatan: Gerunggung–Tanjung Soke sekitar 5 kilometer, Tanjung Soke–Deraya 10 kilometer, serta Deraya–Gerunggung/Lemper sekitar 10 kilometer. Total kebutuhan penanganan jalan diperkirakan mencapai 25 kilometer.

Data Pemprov menunjukkan, dari 841 desa di Kaltim, mayoritas sudah berstatus mandiri, maju, dan berkembang. Tahun ini tersisa tiga desa tertinggal dan tidak ada lagi desa dengan status sangat tertinggal.

Harapannya, percepatan pembangunan infrastruktur di Bongan dapat menuntaskan catatan terakhir desa tertinggal di Bumi Etam.