TNI Gagalkan Peredaran Sabu di Ngenyan Asa, PDA Kutai Barat Beri Apresiasi

Ketua Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Yurang.

GSNews.id – Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat, Yurang, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kodim 0912/Kubar menggagalkan peredaran sabu di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok.


Aksi Cepat Kodim Selamatkan Generasi Muda


Yurang menyebut, tindakan cepat aparat TNI merupakan langkah nyata dalam melindungi masyarakat dan generasi muda dari ancaman narkotika.


Menurutnya, operasi intelijen yang dilakukan Kodim tepat sasaran dan memberi rasa aman bagi warga yang selama ini resah dengan peredaran sabu.


“Keberhasilan ini sangat berarti bagi masyarakat. Ini bukti nyata hadirnya negara di tengah kampung,” ujarnya, (22/11/2025).


Di tingkat nasional, data BNN menunjukkan bahwa sabu masih menjadi jenis narkotika dengan tingkat penyalahgunaan tertinggi dan paling banyak menyerang kelompok usia produktif. Tren ini turut berimbas ke daerah-daerah, termasuk Kutai Barat.


Dorong Polres Tuntaskan Penyidikan


Meski mengapresiasi TNI, Yurang menekankan bahwa proses hukum harus dilanjutkan secara terstruktur. Ia meminta Polres Kutai Barat bergerak cepat dan berkolaborasi dengan Kodim serta Kejaksaan agar kasus diproses tuntas.


“Kami berharap penanganannya dilakukan bersama lintas lembaga agar lebih efektif,” katanya.


PDA Dilibatkan untuk Menjaga Transparansi


Yurang menjelaskan bahwa PDA Kutai Barat selalu diminta mendampingi proses penindakan untuk memastikan langkah aparat tetap sesuai adat dan prosedur.


“Setiap penindakan, kami hadir untuk menyaksikan langsung,” tuturnya.


Penyidikan Berjalan Cepat


Ia juga mengapresiasi langkah Polres yang langsung menggelar perkara pada hari yang sama setelah penangkapan.


“Prosesnya berlangsung cepat, ini patut diapresiasi,” ucapnya.


Peredaran Narkoba Masuki Fase Mengkhawatirkan


Menurut laporan masyarakat yang diterima PDA, peredaran sabu di Kutai Barat kini semakin berbahaya dan mulai menyasar pelajar serta anak di bawah umur. Yurang menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba sudah mengganggu aktivitas sosial dan pendidikan di daerah.


“Ini harus jadi perhatian serius. Narkoba sudah mengganggu aktivitas masyarakat bahkan menyasar anak-anak,” tegasnya.


Secara nasional, survei BNN dan LIPI mencatat peningkatan penyalahgunaan narkoba pada kelompok usia remaja dalam beberapa tahun terakhir, situasi ini sejalan dengan kondisi yang terjadi di Kutai Barat


Program Pembinaan Menuju Akmil dan Akpol


Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, PDA bersama Kodim dan Polres menyiapkan program pembinaan generasi muda untuk mendorong anak-anak daerah masuk Akmil dan Akpol, sehingga mereka harus bebas dari narkoba sejak dini.


Ajak Warga Tidak Diam


Di akhir pernyataannya, Yurang mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam melihat peredaran narkoba.


“Kalau melihat aktivitas mencurigakan, segera laporkan. Kita harus bergerak bersama,” tutupnya.


(ett)