Negara Arab Soroti Israel Usai Serangan ke Qatar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Arab. (Foto: beritaalternatif.com)

GSNews.id—Serangan militer Israel ke Qatar memicu gelombang kecaman internasional dan memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Asia Barat. Sejumlah analis menilai aksi tersebut mempertegas Israel sebagai ancaman keamanan regional, sekaligus memicu evaluasi ulang aliansi keamanan negara-negara Arab yang selama ini bergantung pada Amerika Serikat.


Serangan yang diklaim Israel menargetkan pemimpin Hamas di Doha itu terjadi di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung. Langkah ini dinilai melanjutkan pola agresi Israel yang kerap dilakukan saat negosiasi berjalan, termasuk operasi militer sebelumnya di Gaza, Lebanon, Suriah, Yaman, dan Iran dalam dua tahun terakhir.


Reaksi keras datang dari berbagai negara dan organisasi internasional. Sejumlah pihak menilai serangan ke ibu kota Qatar telah melampaui batas, mengingat Doha merupakan mitra strategis Amerika Serikat sekaligus lokasi perundingan sensitif terkait konflik Palestina. Media internasional menyoroti dampak serangan ini terhadap peta politik dan keamanan kawasan Teluk.


Qatar selama ini dikenal berperan sebagai mediator dan tuan rumah Pangkalan Udara Al-Udeid, salah satu basis militer terbesar Amerika Serikat di kawasan. Namun, serangan tersebut memunculkan keraguan terhadap efektivitas jaminan keamanan Washington bagi sekutu-sekutunya di Timur Tengah.


Dalam konteks yang lebih luas, agresi Israel ke Qatar dinilai memperkuat pandangan baru di kalangan negara Arab. Jika sebelumnya Iran kerap dianggap sebagai sumber utama ketegangan regional, kini perhatian beralih pada tindakan Israel yang semakin agresif dan sulit diprediksi.


Analis memperkirakan, situasi ini akan mendorong negara-negara Teluk untuk memperkuat kerja sama regional, meninjau ulang rencana normalisasi dengan Israel, serta mengurangi ketergantungan pada satu kekuatan besar dalam menjaga keamanan kawasan.


(ntdkplw)