Tak Lagi Blank Spot, 50 Desa Mahulu Kebagian Internet Desa

Ilustrasi Internet Desa

GSNews.id – Seluruh desa di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim), kini telah menikmati akses internet. Capaian ini menandai langkah penting pemerataan layanan digital di kabupaten termuda di Kaltim, khususnya bagi wilayah pedalaman dan perbatasan.

Program tersebut merupakan bagian dari Gratispol Internet Desa, salah satu program prioritas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam memperluas konektivitas hingga ke desa-desa.

Semua Desa Mahulu Terkoneksi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut hingga akhir 2025 seluruh desa di Mahakam Ulu telah terfasilitasi jaringan internet. Tersedia melalui infrastruktur fiber optik maupun jaringan satelit, menyesuaikan kondisi geografis wilayah.

Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau 802 desa dari total 841 desa di Kaltim. Pemerintah provinsi menargetkan seluruh desa tersisa dapat segera terhubung dalam waktu dekat.

Peran Pemprov di Tengah Keterbatasan

Faisal menjelaskan, meskipun urusan telekomunikasi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat sejak 2018, Pemprov Kaltim tetap mengambil peran aktif. Hal ini dilakukan karena pembangunan jaringan internet di daerah berpenduduk sedikit sering kali kurang dilirik oleh penyedia layanan komersial.

Menurutnya, akses internet kini tidak lagi bersifat pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar untuk pelayanan publik, pendidikan, hingga penggerak ekonomi desa.

Fokus Layanan dan Tantangan Jaringan

Akses internet desa saat ini diprioritaskan di kantor desa guna menunjang pelayanan administrasi. Di luar jam kerja, jaringan WiFi dapat dimanfaatkan masyarakat, dengan tetap memperhatikan aspek literasi digital.

Meski demikian, keluhan terkait kestabilan jaringan masih kerap disampaikan masyarakat Mahulu. Anggota DPRD Mahakam Ulu, Martin, menyebut beberapa desa sudah memiliki akses yang cukup baik, namun gangguan koneksi sesekali masih terjadi.

“Internet sudah jadi kebutuhan utama. Ada desa yang jaringannya bagus, tapi kadang masih putus-putus. Ini tentu perlu perhatian bersama,” ujarnya.