Dari Lahan Pribadi Jadi Destinasi Hits, Ini Cerita Negeri Jahetan Layar

Sumber: IG/@negerijahetanlayar

GSNews.id — Nama Kecamatan Anggana di Kutai Kartanegara (Kukar) selama ini jarang masuk radar destinasi wisata. Akses yang jauh dari Tenggarong dan harus melintasi Samarinda membuat kawasan ini kerap dipandang sebelah mata. Namun, dalam dua tahun terakhir, sebuah titik di Desa Kutai Lama justru diam-diam mencuri perhatian. Namanya Negeri Jahetan Layar—destinasi berbasis alam yang kini mulai ramai diburu wisatawan.

Destinasi Baru dari Lahan Pribadi

Negeri Jahetan Layar mulai dikenal publik sejak 2022, bertepatan dengan meredanya pandemi. Awalnya, kawasan ini hanyalah lahan pribadi yang dimanfaatkan untuk aktivitas camping sederhana. Seiring waktu, akses menuju lokasi diperbaiki hingga kini dapat dilalui kendaraan roda empat.

Perkembangan tersebut menjadi titik awal transformasi. Fasilitas dasar seperti musala dan toilet yang dibangun di awal justru memancing minat pengunjung untuk datang sekadar berfoto dan menikmati suasana alam.

Berkembang Karena Antusias Pengunjung

Lonjakan kunjungan mendorong pengelola untuk melakukan pengembangan secara bertahap. Konsep wisata alam yang dipadukan dengan fasilitas modern mulai diterapkan sejak 2022. Hasilnya, kawasan ini kini dilengkapi beragam fasilitas seperti kafe, restoran, area foto, camping ground, hingga wahana ATV dan penginapan berbentuk vila.

Meski fasilitas terus bertambah, daya tarik utama tetap pada panorama alamnya. Dari puncak bukit, pengunjung bisa menikmati hamparan hijau Anggana yang masih asri, lengkap dengan udara segar yang jarang ditemukan di perkotaan.

Andalkan Panorama Alam dan Akses Dekat

Lokasinya relatif mudah dijangkau, sekitar 10 kilometer dari Kantor Camat Anggana. Selain itu, daya tarik lain adalah momen matahari terbit dan terbenam yang menjadi favorit wisatawan.

Tren wisata berbasis alam seperti ini memang tengah meningkat. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa pascapandemi, minat wisatawan terhadap destinasi terbuka dan berbasis alam mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk aktivitas seperti camping dan healing.

Tanpa Tiket Masuk, Hanya Bayar Fasilitas

Menariknya, Negeri Jahetan Layar tidak menetapkan tiket masuk. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir serta pembelian makanan atau minuman. Untuk yang ingin menginap, tersedia vila dengan harga berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu per malam.

Jam operasional pun cukup fleksibel, mulai pagi hingga malam hari, dengan waktu lebih panjang saat akhir pekan.

Kunjungan wisatawan yang bisa mencapai ratusan orang saat akhir pekan menjadi indikator bahwa potensi wisata di Anggana mulai terbuka. Jika dikelola konsisten, Negeri Jahetan Layar berpeluang menjadi salah satu ikon wisata baru di Kukar.