GSNews.id – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Hendra, menyerap aspirasi masyarakat di tiga desa selama reses 7–11 Agustus 2026. Sejumlah usulan yang disampaikan berkaitan dengan infrastruktur, pertanian, fasilitas olahraga, hingga rencana pemekaran wilayah.
Reses berlangsung di Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Desa Sebulu Ilir, Kecamatan Sebulu, dan Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman.
Sebulu Ilir Usulkan Jembatan dan Pabrik Sawit
Di Desa Sebulu Ilir, warga mengusulkan pembangunan jembatan sekitar 50 meter, pembangunan pabrik kelapa sawit, serta penyelesaian persoalan Hak Guna Usaha (HGU).
Kepala Desa Sebulu Ilir Candra bersama perangkat desa dan para ketua RT turut mendampingi pertemuan. Pemerintah desa juga mengapresiasi sejumlah bantuan yang telah diperjuangkan melalui Hendra, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), beasiswa, rehabilitasi rumah melalui BSPS, dan rehabilitasi masjid.
Untuk program BSPS, tercatat 17 rumah telah mendapatkan bantuan.
Panca Jaya Dorong Pertanian dan Pemekaran
Di Desa Panca Jaya, warga meminta Hendra mengawal bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui anggota DPR RI Fraksi Gerindra dapil 2, Budi Satrio.
Warga juga berharap Hendra ikut mengawal rencana pemekaran Kecamatan Muara Kaman. Desa Panca Jaya diusulkan untuk dipertimbangkan sebagai ibu kota kecamatan hasil pemekaran.
Separi Usulkan Lahan untuk Sarana Olahraga
Sementara di Desa Separi, warga menyampaikan apresiasi atas kunjungan reses serta bantuan rehabilitasi masjid yang sebelumnya diperjuangkan melalui aspirasi Budi Satrio dengan rekomendasi Hendra.
Selain itu, masyarakat mengusulkan dukungan untuk pembenahan lahan desa agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana dan prasarana olahraga.

Hendra: Aspirasi Tetap Dikawal
Hendra menjelaskan, kondisi efisiensi anggaran membuat setiap usulan perlu disusun berdasarkan skala prioritas. Namun, keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Aspirasi tetap perlu disusun berdasarkan skala prioritas dan dikawal melalui berbagai jalur yang memungkinkan,” kata Hendra.
Ia juga berkomitmen mengawal sejumlah program melalui aspirasi Budi Satrio, termasuk bantuan alsintan, BSPS, dan rehabilitasi rumah ibadah.
“Reses bukan hanya menjadi ruang untuk mendengarkan keluhan dan usulan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan aspirasi tersebut dapat diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia,” tutupnya. (*)



