GSNews.id – Karang Taruna Kota Bontang didorong memperkuat perannya sebagai wadah pemberdayaan anak muda sekaligus mitra pemerintah dalam menghadapi persoalan sosial. Dorongan itu mengemuka menjelang Temu Karya VI yang akan menentukan kepengurusan periode 2026–2031.
Ketua Karang Taruna Kalimantan Timur, Hendra, membawa agenda penguatan organisasi tersebut dalam kunjungannya ke sejumlah pihak di Bontang, Selasa (1/9/2026).
DPRD Tekankan Arah Kerja Organisasi
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meminta Temu Karya VI tidak berhenti pada proses pemilihan pengurus. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan arah kerja yang dapat dirasakan masyarakat.
“Temu Karya jangan hanya dimaknai sebagai agenda memilih ketua dan menyusun kepengurusan. Hal yang paling penting adalah bagaimana forum ini menghasilkan gagasan, program kerja, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menilai kepengurusan mendatang perlu mampu membaca persoalan di tingkat masyarakat. Peran itu dapat diwujudkan melalui pembinaan pemuda, usaha produktif, kegiatan olahraga, kepedulian lingkungan, hingga penguatan solidaritas sosial.
Andi Faiz juga menginatkan bahwa perbedaan pilihan selama proses pemilihan jangan menjadi sumber perpecahan yang justru akan melemahkan organisasi.
Konsolidasi dengan Pemkot
Menjelang forum tersebut, Hendra melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah. Salah satunya melalui pertemuan bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang.
Pertemuan dengan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Ahmad Yani, turut membahas pembentukan kepengurusan baru serta peluang memperkuat kerja sama pemerintah dengan Karang Taruna.
“Alhamdulillah, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Pak Ahmad Yani, menyambut baik. Silaturahmi kami juga membahas persiapan menuju Temu Karya VI untuk membentuk kepengurusan baru periode 2026–2031,” ucap Hendra.
Hendra berharap dukungan pemerintah dapat memperluas kegiatan Karang Taruna, terutama dalam bidang sosial, kepemudaan, lingkungan hidup, dan olahraga.
“Kami mengharapkan dukungan Pemkot Bontang agar Karang Taruna ke depan semakin aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.
Potensi Anak Muda Jadi Modal
Bagi Hendra, besarnya basis Karang Taruna merupakan modal yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kegiatan positif di masyarakat. Warga berusia 16 hingga 30 tahun tercatat sebagai warga Karang Taruna tanpa perlu melalui proses pendaftaran khusus.
Dengan cakupan tersebut, Karang Taruna memiliki peluang menjangkau generasi muda sampai tingkat kelurahan. Tantangannya adalah mengubah besarnya basis anggota menjadi kegiatan yang terarah dan produktif.
“Secara aturan, Karang Taruna merupakan organisasi dengan basis yang sangat besar. Karena itu, Karang Taruna di Bontang harus hadir bergerak dan memberikan dampak. Tentunya hal tersebut membutuhkan dukungan pemerintah,” jelas Hendra.
Wakil Wali Kota Dorong Program Menyentuh Warga
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, turut memberikan perhatian terhadap kepengurusan yang akan terbentuk. Ia berharap program kerja Karang Taruna nantinya tidak sebatas kegiatan seremonial, tetapi menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pemberdayaan pemuda, ekonomi kreatif, lingkungan, olahraga, serta penanganan persoalan sosial menjadi sejumlah bidang yang dinilai dapat diperkuat.
Andi Faizal juga mendorong Karang Taruna membangun jejaring dengan pemerintah, DPRD, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar potensi anak muda Bontang dapat berkembang sekaligus diarahkan pada kegiatan yang produktif.
“Bontang memiliki banyak anak muda dengan potensi dan kreativitas yang luar biasa. Karang Taruna harus menjadi rumah besar yang mampu merangkul mereka, memberikan ruang untuk berkarya, sekaligus mengarahkan energi anak muda kepada kegiatan yang positif dan produktif,” kata Andi.
DPRD Bontang menyatakan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan yang memiliki tujuan jelas dan manfaat langsung. Namun, setiap program tetap harus disiapkan secara matang serta dapat dipertanggungjawabkan.
Andi juga berharap kepengurusan Karang Taruna periode 2026–2031 tetap solid dan mampu hadir membantu masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial, bencana, maupun situasi yang membutuhkan gotong royong. (*)



