Tanjung Tamo, Pesona Sunset Baru di Desa Pela

Penampakan matahari terbenam dari Tanjung Tamo di Desa Pela.

GSNews.id — Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus memperluas pilihan destinasi wisata dengan mengembangkan kawasan Tanjung Tamo di bagian barat desa.

Kawasan tersebut mulai diarahkan menjadi salah satu lokasi untuk menikmati panorama matahari terbenam.

Pengembangan dilakukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela dengan memanfaatkan karakter kawasan perairan yang menawarkan suasana berbeda saat kondisi air Danau Semayang mengalami pasang maupun surut.

Ketua Pokdarwis Desa Pela, Alimin, mengatakan sejumlah fasilitas sederhana telah dibangun untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Salah satunya berupa gazebo yang dapat digunakan wisatawan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan.

“Di ujung Pela itu kami sudah membuat sarana dan prasarana untuk melihat sunset. Kalau air lagi pasang, kami ada gazebo-gazebo di sana,” kata Alimin, Rabu (19/8/2026).

Menurut Alimin, fasilitas tersebut telah dibuka dan dimanfaatkan masyarakat sejak sekitar satu tahun terakhir. Keberadaan sarana itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Pokdarwis menambah aktivitas wisata bagi pengunjung Desa Pela.

Pengembangan kawasan Tanjung Tamo juga dirancang tidak hanya mengandalkan panorama alam. Pokdarwis menyiapkan pembangunan jembatan yang nantinya menjadi akses menuju kawasan perairan yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri ketika permukaan Danau Semayang mulai menyusut.

Saat ini, pembangunan jembatan tersebut masih menyisakan sekitar 100 meter yang belum tersambung.

“Jembatannya itu masih membutuhkan pembangunan sekitar 100 meter agar dapat tersambung hingga kawasan yang kita tuju,” ujarnya.

Alimin menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam menyelesaikan pembangunan tersebut. Kondisi itu membuat Pokdarwis berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Ia menilai penyelesaian akses tersebut dapat membuka potensi baru bagi kawasan Tanjung Tamo, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Desa Pela yang selama ini mengandalkan potensi alam dan kawasan perairan.

“Harapan kami ke depan, pemerintah daerah khususnya Kukar bisa membantu penyelesaian sekitar 100 meter lagi. Tinggal sedikit saja supaya bisa tembus,” ungkapnya.

Alimin mengatakan keterbatasan kemampuan pembiayaan desa menjadi salah satu alasan pembangunan belum dapat dituntaskan secara mandiri.

“Dana desa banyak mengalami pengurangan, jadi kami tidak bisa menyelesaikannya sendiri. Kalau pemerintah punya anggaran, kami berharap bisa disisihkan untuk menyelesaikan itu,” tutupnya. (adv/disparkukar)