GSNews.id – Pelaksanaan Festival Erau Adat Kutai 2026 dimanfaatkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai momentum memperluas promosi destinasi wisata di luar rangkaian acara utama.
Wisatawan yang datang di daerah yang berjuluk Kota Raja ini nantinya juga diarahkan untuk mengenal objek wisata, penginapan, hingga kuliner khas Kutai di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan sejumlah destinasi di sekitar Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, dan wilayah lainnya mulai didata untuk dipromosikan melalui media sosial. Strategi tersebut disiapkan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di Kukar.
“Untuk strategi promosi, kami melihat bahwa pelaksanaan Erau menjadi momentum yang cukup besar untuk sekaligus mengenalkan berbagai objek wisata yang ada di sekitar Tenggarong dan wilayah lainnya di Kutai Kartanegara,” kata Awang Ivan.
Menurutnya, pola promosi tersebut diarahkan untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan. Setelah mengikuti rangkaian Erau, wisatawan dapat mengisi waktu dengan mengunjungi destinasi lain pada hari berikutnya.
Informasi mengenai hotel dan penginapan di sekitar Tenggarong juga disiapkan sebagai referensi bagi wisatawan dari luar daerah.
“Jadi, ketika wisatawan datang ke Kukar untuk menghadiri Erau, mereka tidak hanya mendapatkan informasi mengenai rangkaian kegiatan Erau, tetapi juga memiliki referensi mengenai objek wisata lain yang bisa dikunjungi,” ujarnya.
Promosi juga akan diperluas ke sektor kuliner, khususnya makanan yang memiliki identitas Kutai. Dispar Kukar berencana mengenalkan sejumlah lokasi yang menyajikan kuliner khas daerah sehingga wisatawan tidak hanya memperoleh pengalaman dari sisi budaya dan destinasi, tetapi juga dari kekayaan gastronomi lokal.
“Kami ingin wisatawan yang datang ke sini juga memiliki pengalaman menikmati makanan asli Kutai. Ada beberapa lokasi yang nantinya bisa kita dorong dan informasikan sebagai referensi kuliner khas daerah,” jelasnya.
Konsep tersebut tidak berhenti pada Erau. Dispar Kukar berencana menerapkannya secara bertahap pada event yang berlangsung di berbagai kecamatan. Setiap event akan menjadi pintu masuk untuk mengenalkan destinasi di sekitarnya, sekaligus menggerakkan hotel, transportasi, UMKM, dan pelaku kuliner.
“Jadi, setiap ada event, kita tidak hanya menjual atau mempromosikan event-nya, tetapi sekaligus menjual potensi destinasi wisata di sekitarnya,” tutup Awang Ivan.
Sebagai informasi, di Kecamatan Tenggarong, sejumlah destinasi yang dapat dikunjungi antara lain Museum Mulawarman, Kedaton Kutai Kartanegara, Makam Raja-Raja Kutai Kartanegara, Masjid Jami Adji Amir Hasanoeddin, Museum Kayu Tuah Himba, Pulau Kumala, Waduk Panji Sukarame, Ladaya Tenggarong, Taman Kota Raja, Taman Pintar, Taman Tanjong, Dayak Experience Center, Kembang Jaong, Bumi Perkemahan Ladang Budaya, dan Rumah Budaya Kutai. (Adv/Dispaekukar)




