GSNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur terus memperkuat layanan kesehatan melalui pembangunan dua rumah sakit baru yang ditargetkan selesai pada 2027. Proyek ini masuk dalam program Jospol sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Samarinda dan Kutai Barat (Kubar).
Pembangunan RSUD Aji Muhammad Salehuddin II Ditingkatkan ke Kelas B
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa total anggaran yang disiapkan mencapai Rp497 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp200 miliar dialokasikan untuk pembangunan ulang RSUD Aji Muhammad Salehuddin II di Jalan Wahid Hasyim I, Samarinda.
“Namanya tetap RSUD Aji Muhammad Salehuddin II, tapi statusnya akan naik dari kelas D menjadi kelas B,” ujar Jaya, Selasa (18/11/2025).
Rumah sakit yang naik kelas ini akan dilengkapi 24 layanan berbasis kompetensi, termasuk pelayanan jantung dan cuci darah.
Rumah Sakit Baru di Kutai Barat Berdiri di Lahan 70 Hektare
Selain pembangunan di Samarinda, Pemprov juga menyiapkan rumah sakit baru di Kutai Barat dengan anggaran Rp297 miliar. Fasilitas tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare di Kecamatan Bongan.
“Lahan itu saat ini milik Kementerian Transmigrasi. Kami akan mengajukan pencabutan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) agar bisa dihibahkan kepada Pemprov,” jelas Jaya.
Pembangunan dijadwalkan dimulai pertengahan 2025. Studi kelayakan telah selesai, sementara penyusunan Detail Engineering Design (DED) sedang difinalisasi.
Penambahan Tenaga Kesehatan dan Target Operasional
Untuk mendukung operasional rumah sakit baru, Pemprov Kaltim akan menambah tenaga kesehatan. Saat ini, Kubar baru memiliki sekitar 70 tenaga medis aktif.
“Kami akan membuka rekrutmen melalui seleksi CPNS dan pemindahan tugas ASN dari rumah sakit maupun dinas kesehatan yang ada,” paparnya.
Jaya berharap kedua fasilitas kesehatan ini bisa beroperasi lebih cepat dari rencana awal.
“Target kami hingga 2029, tetapi semoga 2027 bisa selesai. Sampai 2030 nanti direncanakan ada tiga rumah sakit baru di Kaltim, termasuk satu di Mahakam Ulu yang dibangun melalui APBN,” pungkasnya.




