GSNews.id – Kesiapan menghadapi risiko menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi wisata. Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pengelola dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) memperkuat mitigasi serta mempertimbangkan perlindungan asuransi bagi pengunjung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan imbauan tersebut terus disampaikan agar pengelola lebih siap mengantisipasi potensi bahaya di kawasan wisata.
“Kami selalu menyampaikan imbauan kepada para pengelola wisata. Hal ini termasuk bagian dari mitigasi risiko yang perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Awang, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, langkah pencegahan perlu menjadi bagian dari operasional destinasi, bukan hanya dilakukan ketika muncul ancaman tertentu. Pengelola perlu mengenali potensi bahaya, meningkatkan kewaspadaan, dan menyiapkan langkah penanganan jika terjadi keadaan darurat.
Dispar Kukar juga mengingatkan Pokdarwis mengenai pentingnya perlindungan bagi wisatawan, termasuk melalui kepesertaan dalam program asuransi.
“Kami juga menyampaikan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) mengenai pentingnya mitigasi risiko, termasuk mengikutsertakan wisatawan dalam program asuransi,” jelasnya.
Awang menambahkan, potensi bahaya dapat berasal dari berbagai kondisi lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, aktivitas wisata perlu disesuaikan dengan situasi di lapangan agar risiko terhadap pengunjung dapat diantisipasi.
Melalui imbauan tersebut, Dispar Kukar berharap pengelola semakin memperhatikan kesiapsiagaan dan perlindungan wisatawan. Penerapan mitigasi yang terencana diharapkan mendukung pengelolaan destinasi yang lebih baik dan berkelanjutan. (adv/disparkukar)




