GSNews.id – Keberadaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) diharapkan mampu mendorong pengelolaan destinasi berbasis masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Untuk itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar terus mengupayakan pembinaan agar kelompok yang telah terbentuk dapat menjalankan kegiatan secara berkelanjutan.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dispar Kukar, Airin Susanti, mengatakan terdapat 69 Pokdarwis yang telah terbentuk sejak pendataan dimulai pada 2013. Namun, sekitar 38 kelompok di antaranya masih tercatat aktif dalam kegiatan kepariwisataan.
“Ini menjadi gambaran mengenai perkembangan kelembagaan masyarakat dalam mendukung kegiatan pariwisata di daerah,” kata Airin, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, status kelembagaan dan kepemilikan surat keputusan (SK) belum menjamin sebuah Pokdarwis aktif. Dispar Kukar turut melihat keberlanjutan kegiatan kelompok setelah resmi dibentuk.
Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan aktivitas di destinasi, mulai dari gotong royong, pertemuan rutin, hingga kegiatan lain yang mendukung pengembangan wisata.
“Setelah dibentuk dan mendapatkan SK, kami lihat dalam beberapa bulan berikutnya apakah ada kegiatan yang dilakukan atau tidak,” ujarnya.
Airin menyebutkan, tingkat keaktifan setiap Pokdarwis berbeda. Sebagian kelompok konsisten menjalankan kegiatan, sedangkan lainnya belum menunjukkan aktivitas secara berkelanjutan.
Karena itu, pembinaan terus dilakukan agar Pokdarwis tidak sekadar terbentuk secara administratif, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mengelola potensi wisata di lingkungan masing-masing.
“Yang kami harapkan setelah kelompok terbentuk, mereka benar-benar bergerak dan mempunyai kegiatan di destinasi atau wilayahnya,” jelasnya.
Keaktifan kelompok menjadi salah satu indikator untuk melihat keterlibatan masyarakat dalam mendukung perkembangan pariwisata Kukar. Dengan kegiatan yang berkelanjutan, Pokdarwis diharapkan dapat memperkuat pengelolaan destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan wisata daerah. (adv/disparkukar)




