GSNews.id – Pengembangan destinasi wisata di tingkat desa tidak cukup hanya bermodalkan pemandangan alam atau objek yang menarik. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong desa yang memiliki potensi wisata mulai menyiapkan masyarakat sebagai pengelola. Salah satunya melalui pembentukan dan penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Plt Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan karakter setiap desa berbeda sehingga pengembangan wisata tidak dapat menggunakan konsep yang sama untuk seluruh wilayah.
“Potensi yang ada di setiap desa itu perlu kita lihat dulu, karena bentuk pengembangannya bisa berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya,” ujar Awang, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, kesiapan masyarakat menjadi bagian yang perlu diperhatikan sejak awal. Sebab, warga di sekitar destinasi nantinya akan terlibat langsung dalam menjalankan aktivitas dan pengelolaan wisata.
“Keterlibatan warga sangat penting, soalnya mereka nanti yang menjadi pengelola potensi wisata itu,” katanya.
Melalui Pokdarwis, masyarakat diharapkan dapat memiliki wadah untuk mengenali potensi daerah, menyusun kegiatan, hingga mengembangkan konsep wisata sesuai karakter wilayahnya.
“Yang kita lihat bukan hanya tempatnya, tetapi juga bagaimana masyarakat di sana punya kemauan untuk mengembangkan dan mengelolanya,” jelasnya.
Konsep yang diterapkan pun dapat disesuaikan dengan keunggulan masing-masing desa. Potensi alam misalnya, dapat diarahkan menjadi ekowisata. Sementara wilayah yang memiliki aktivitas pertanian bisa dikembangkan melalui konsep agrowisata.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat kegiatan wisata lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Selain ikut mengelola destinasi, warga juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas yang berkembang.
Saat ini, Dispar Kukar melakukan pendataan terhadap desa-desa yang dinilai memiliki potensi wisata. Selain memetakan objek yang tersedia, pendataan juga digunakan untuk melihat kesiapan masyarakat dalam mengembangkan dan mengelolanya.
Dispar Kukar juga membuka ruang pendampingan bagi desa yang telah memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi wisata di wilayahnya.
“Kalau memang masyarakatnya sudah punya kemauan untuk mengembangkan, kita akan dorong dan dampingi supaya pengelolaannya bisa berjalan dengan baik,” tutur Awang.
Dengan pola tersebut, Dispar Kukar berharap pengembangan wisata desa tidak berhenti pada pembangunan atau pemanfaatan objek. Potensi yang ada diharapkan dapat berkembang menjadi aktivitas wisata yang dikelola masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi desa. (adv/disparkukar)



