GSNews.id – Pengelola wisata Puncak Bukit Biru di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengingatkan penyelenggara open trip agar berkoordinasi sebelum membawa rombongan wisatawan. Langkah ini diperlukan untuk mendukung kelancaran pelayanan dan pengelolaan kunjungan di kawasan tersebut.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Arum, Dedi, menyebutkan masih ada pihak ketiga yang menawarkan paket perjalanan ke Bukit Biru tanpa terlebih dahulu menghubungi pengelola.
“Sebenarnya, hal yang kami sesalkan adalah masih banyak pihak ketiga yang menawarkan paket wisata tanpa berkoordinasi dengan pengelola,” kata Dedi, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, komunikasi awal diperlukan agar Pokdarwis mengetahui rencana kunjungan, termasuk jadwal kedatangan, jumlah peserta, dan kebutuhan selama berada di lokasi. Informasi tersebut membantu pengelola menyiapkan pelayanan sesuai kondisi rombongan.
Dedi menegaskan, pihaknya tidak bermaksud membatasi kegiatan promosi maupun usaha perjalanan wisata yang dilakukan pihak ketiga. Sebaliknya, keberadaan penyelenggara open trip dinilai dapat menjadi mitra dalam memperkenalkan Bukit Biru kepada lebih banyak wisatawan.
“Kami tidak pernah menuntut pola kerja sama yang berlebihan. Tujuan kami sederhana, yaitu agar mereka bisa membantu memasarkan objek wisata dan membawa lebih banyak pengunjung ke sini,” ujarnya.
Ia berharap promosi melalui paket perjalanan tetap disertai komunikasi dengan Pokdarwis. Dengan begitu, penyelenggara dapat memperoleh informasi mengenai fasilitas, ketentuan kunjungan, serta kondisi kawasan sebelum membawa peserta.
Selain memudahkan persiapan pelayanan, koordinasi juga membantu pengelola mengantisipasi kebutuhan pendampingan, terutama apabila rombongan memerlukan pemandu wisata atau informasi khusus selama berkunjung.
Karena itu, Pokdarwis Dewi Arum mengimbau setiap penyelenggara open trip untuk menyampaikan pemberitahuan sebelum kegiatan berlangsung. Informasi sederhana mengenai waktu kedatangan dan jumlah peserta sudah dapat membantu pengelola melakukan persiapan.
Dedi berharap komunikasi antara Pokdarwis dan pelaku usaha perjalanan wisata semakin terjalin dengan baik. Kerja sama tersebut dinilai dapat membuka peluang promosi yang lebih luas sekaligus mendukung pengelolaan destinasi secara tertib.
Melalui sinergi tersebut, Bukit Biru diharapkan semakin dikenal wisatawan tanpa mengabaikan kesiapan pelayanan dan kenyamanan selama kunjungan. (adv/disparkukar)



