Taman Replika di Tenggarong Dibidik Jadi Destinasi Wisata Penghasil PAD

Taman Replika di Tenggarong, Kukar

GSNews.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan langkah awal untuk mengembangkan potensi Taman Replika Kerajaan Nusantara di Tenggarong. Salah satunya melalui pelibatan masyarakat sekitar dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Meski demikian, pengelolaan aset tersebut hingga kini masih berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar. Dispar belum menerima pengalihan pengelolaan secara resmi sehingga pengembangan lebih lanjut masih menunggu kebijakan pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kelurahan Panji untuk mendorong keterlibatan warga dalam pengembangan kawasan tersebut.

“Kemarin kita sudah melakukan langkah-langkah awal. Kita koordinasi ke Kelurahan Panji dan mereka sudah membentuk Pokdarwis, terus kita sudah datang melakukan sosialisasi tentang apa yang bisa diperbuat di situ,” jelasnya.

Menurut Awang, pembentukan Pokdarwis menjadi salah satu langkah awal untuk mengenalkan potensi Taman Replika kepada masyarakat sekaligus mempersiapkan keterlibatan warga apabila pengelolaannya kelak dialihkan kepada Dispar.

Ia menegaskan, pengembangan kawasan tersebut perlu diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi dan mendukung sektor pariwisata daerah. Namun, langkah lanjutan tetap bergantung pada kepastian status pengelolaan aset.

“Entah bagaimana perjalanannya nanti. Kalau saya berpikirnya tidak terlalu ini, mau di mana pun asetnya, yang penting bisa menghasilkan PAD buat kita,” kata Awang, Kamis (3/9/2027).

Awang berharap Taman Replika Kerajaan Nusantara nantinya dapat dikembangkan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kukar. Dengan pengelolaan yang tepat, aset tersebut diharapkan memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat sekitar.

“Harapannya memang nantinya itu (Taman Replika Kerajaaan Nusantara) sebagai sumber PAD baru,” kata Awang. (adv/disparkukar)