Tuntut Hak Angket, Mahasiswa Jebol Gerbang DPRD Kaltim

GSNews.id — Aksi demonstrasi mahasiswa di Kantor DPRD Kalimantan Timur memanas, Senin (4/5/2026). Massa berhasil menjebol gerbang utama setelah hampir setengah jam membongkar kawat duri yang menutup akses masuk.

Sempat Bersitegang

Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita itu diwarnai ketegangan. Sejumlah peserta diduga mengalami tindakan represif sebelum akhirnya massa memanjat gerbang dan membukanya dari dalam.

Meski pintu utama telah terbuka, laju massa sempat tertahan lapisan aparat yang berjaga di bagian depan. Situasi memanas, namun aksi tetap terkendali dengan mahasiswa terus menyuarakan tuntutan.

Tuntut Transparansi Hak Angket

Massa perlahan masuk ke halaman gedung dewan. Namun, langkah mereka kembali terhenti tepat di depan kantor karena barikade aparat dan mobil water canon yang sudah disiagakan sejak awal.

Dalam orasinya, mahasiswa mendesak agar proses penandatanganan hak angket dilakukan secara terbuka dan dapat disiarkan ke publik. Mereka menilai hingga kini tidak ada kejelasan informasi yang diberikan.

Lanjutan Aksi 21 April

Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya pada 21 April lalu. Massa yang terlibat berasal dari berbagai universitas dan asosiasi buruh di Kalimantan Timur.

Kekecewaan atas minimnya transparansi memicu aksi lanjutan. Peserta menilai tuntutan mereka pada aksi sebelumnya belum mendapat respons yang jelas dari pihak DPRD.

Baliho Kembali Jadi Sasaran

Di tengah aksi, sejumlah mahasiswa kembali merobek baliho di depan kantor dewan yang memuat ucapan Hari Buruh.
L Aksi serupa sebelumnya juga dilakukan terhadap baliho ucapan Hari Kartini.

Aksi yang diikuti ratusan massa ini menjadi sinyal meningkatnya tekanan publik terhadap isu keterbukaan di lingkungan DPRD Kaltim.