GSNews.id — Pengelolaan destinasi wisata di tingkat desa terus diarahkan agar tidak hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia. Hal ini turut dirasakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mahardika dalam mengembangkan Danau Kumbara, Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara (Kukar).
Ketua Pokdarwis Mahardika Danau Kumbara, Deni Ilham Mardana, menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar sebelumnya telah memberikan sejumlah dukungan untuk menunjang aktivitas wisata sekaligus meningkatkan keterampilan pengelola.
Dukungan tersebut di antaranya berupa sarana rekreasi serta kesempatan mengikuti pelatihan dan sertifikasi di bidang pariwisata.
“Kalau untuk tahun ini belum ada, Mas. Tapi untuk tahun-tahun yang kemarin, kami dapat perahu fiber yang bebek-bebekan,” kata Deni saat dihubungi, Sabtu (3/10/2026).
Ia menjelaskan, terdapat sekitar lima unit perahu fiber berbentuk bebek yang dimanfaatkan sebagai fasilitas rekreasi bagi pengunjung Danau Kumbara.
Selain bantuan fasilitas, penguatan kompetensi anggota juga menjadi bagian dari pembinaan. Deni mengaku pernah mengikuti sertifikasi pemandu wisata. Sejumlah anggota lainnya juga mendapat pelatihan dan sertifikasi sebagai pemandu outbound.
“Kemarin itu saya sertifikasi pemandu wisata. Habis itu ada juga anggota yang pelatihan sertifikasi pemandu outbound,” ujarnya.
Menurut Deni, pelatihan tersebut memberikan bekal tambahan bagi pengelola ketika menjalankan kegiatan wisata. Terlebih, anggota Pokdarwis berinteraksi langsung dengan pengunjung sehingga kemampuan pelayanan dan pemahaman teknis dinilai cukup penting.
Ia menyebut, selama beberapa tahun terakhir terdapat sejumlah pelatihan yang difasilitasi untuk anggota Pokdarwis. Namun, tidak semua program yang pernah diikuti masih diingat secara rinci.
“Banyak sih, Mas, yang difasilitasi untuk pelatihan-pelatihan. Cuma saya lupa apa-apa saja yang sudah saya ikuti sama anggota,” tuturnya.
Sementara pada 2026, belum terdapat pelatihan sertifikasi baru yang diikuti Pokdarwis Mahardika. Deni memperkirakan kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran.
“Kalau untuk sertifikat pelatihan-pelatihan seperti itu di tahun ini saya lupa lagi, kayaknya belum ada karena kan ini efisiensi anggaran,” jelasnya.
Meski demikian, berbagai pelatihan yang telah diterima sebelumnya dinilai tetap menjadi modal bagi pengelola dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Danau Kumbara.
Deni berharap pembinaan terhadap pengelola destinasi wisata dapat terus berlanjut. Ia menilai keterlibatan pemerintah bersama masyarakat diperlukan agar pengembangan wisata desa berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengelolanya. (adv/disparkukar)




