GSNews.id — Pengembangan wisata di Bukit Mahoni, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya mengandalkan panorama hutan mahoni. Kuliner tradisional turut dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat.
Ketua Pokdarwis Mentari, Lucky Anisa, mengatakan sajian makanan tradisional menjadi salah satu aktivitas pendukung yang dihadirkan bagi wisatawan selama berada di kawasan.
“Yang menjadi daya tarik itu suasana hutannya yang masih alami, kemudian kuliner tradisional juga kami hadirkan,” ucap Lucky saat dihubungi, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, keberadaan kuliner menjadi pelengkap bagi wisatawan yang datang menikmati suasana alam. Pengunjung tidak hanya memiliki aktivitas untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat mengenal sajian makanan yang berkembang di lingkungan sekitar.
“Karena wisatawan tidak hanya membutuhkan objek untuk dilihat. Kuliner menjadi aktivitas pendukung yang melengkapi keberadaan kawasan hutan mahoni sebagai daya tarik utama Bukit Mahoni,” kata Lucky.
Konsep tersebut membuat pengalaman berkunjung tidak hanya berpusat pada panorama alam. Suasana hutan dan sajian tradisional dapat dinikmati dalam satu rangkaian kunjungan, sehingga wisatawan memiliki pilihan aktivitas selama berada di kawasan.
“Kawasan hutan memberikan suasana alami, sedangkan kuliner memberikan pengalaman lain bagi wisatawan selama berada di lokasi,” ungkapnya.
Bagi Pokdarwis Mentari, mempertahankan makanan tradisional juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi lokal kepada pengunjung. Sajian yang tersedia diharapkan tetap memiliki keterkaitan dengan lingkungan masyarakat sekitar, sehingga kuliner tidak sekadar menjadi pelengkap kebutuhan wisatawan.
“Untuk kuliner sendiri kami tetap mempertahankan makanan tradisional supaya pengunjung juga bisa mengenal sajian yang ada di sekitar sini,” katanya.
Di sisi lain, keberadaan aktivitas kuliner memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk ikut mengambil bagian dalam pengembangan pariwisata. Warga dapat memanfaatkan kunjungan wisatawan dengan menjajakan produk makanan yang dimiliki.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar destinasi. Pengelola berharap kuliner lokal dapat berkembang seiring dengan meningkatnya aktivitas wisata di Bukit Mahoni. (adv/disparkukar)




