GSNews.id – Hari kedua libur Idulfitri di Samarinda diwarnai keluhan dari sejumlah warga yang mengalami kerusakan pada sepeda motor mereka. Kerusakan tersebut diduga terjadi setelah pengendara mengisi bahan bakar jenis Pertamax di beberapa SPBU di kota itu.
Laporan yang ramai diperbincangkan masyarakat itu langsung ditanggapi PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dengan melakukan investigasi dan pengujian kualitas BBM.
Pertamina: BBM di Samarinda Sesuai Spesifikasi Standar
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Kalimantan, mengatakan bahwa pihaknya langsung mengambil sampel dari sejumlah SPBU di Samarinda untuk diuji setelah menerima laporan warga.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami segera mengambil sampel dari beberapa SPBU di Samarinda untuk memastikan kualitas bahan bakar yang dijual,” ujar Edi, dikutip dari KOMPAS.com.
Ia menegaskan seluruh sampel BBM mulai dari Pertalite, Pertamax, hingga Pertamax Turbo telah memenuhi standar dari Direktorat Jenderal Migas berdasarkan hasil laboratorium.
“Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo yang dijual di Samarinda telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh Dirjen Migas,” jelasnya.
Pengujian dilakukan di laboratorium terakreditasi PT Kilang Pertamina Internasional Balikpapan dengan metode standar yang memeriksa kandungan oktan, kestabilan, hingga emisi bahan bakar.
“Semua sampel yang diuji menunjukkan kualitas sesuai standar,” tambah Edi.
Warga Mengalami Kerusakan Motor Saat Arus Mudik
Meski hasil laboratorium menunjukkan kualitas BBM sesuai standar, keluhan masyarakat tetap bermunculan. Sejumlah pengendara mengalami masalah serupa: mesin brebet, kehilangan tenaga saat menanjak, hingga kerusakan pada komponen fuel pump.
Beberapa di antaranya bahkan terpaksa membawa motor ke bengkel untuk perbaikan saat perjalanan mudik.
Fa’i (28), warga Loa Bakung, mengaku motornya rusak setelah mengisi BBM jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Rapak Indah pada Sabtu (29/3/2025).
“Saat ingin pulang kampung ke Kota Bangun, di pertengahan jalan tiba-tiba mesin motor brebet dan mati. Belum sampai kampung, uang sudah terkuras,” ungkapnya, Selasa (1/3/2025).
Fa’i menambahkan bahwa dirinya hanya ingin menikmati momen Lebaran dengan tenang bersama keluarga, bukan justru terbebani biaya perbaikan motor yang muncul tiba-tiba menjelang perjalanan mudik.
Pertamina Siap Menindaklanjuti Laporan Tambahan
Pertamina menegaskan pihaknya tetap membuka ruang bagi warga untuk melapor melalui layanan resmi jika menemukan dugaan kualitas BBM bermasalah.
Edi memastikan perusahaan berkomitmen menjaga mutu distribusi dan kenyamanan konsumen.



